...Dari hatilah aku menjiwai.....Dari Pikiranlah aku mengisnspirasi.....Dari Kedua tangankulah, kau kucipta.....Dari dirimulah, aku dapat berbagi...

Senin, 06 Februari 2012

Kasaksian di atas kertas

Ketika keberadaan diriku menjadi sesak, karena situasi dan kondisi yang menekan diriku untuk selalu meneriakkan "kebebasan" dalam semua hal.


Dibawah Penekanan, Ink on paper, A4, 2011


Terlalu Riskan, ink on paper, A4, 2011


Lebih Hangat, ink on paper, A4, 2011

Diantara Dua Pilihan, ink on paper, A4, 2012

Penekanan Masa, ink on paper, A4, 2012

sebuah rujukan: STUCKISME


Stuckisme (stuckism) merupakan sebuah gerakan kesenian yang terjadi di Inggris dimulai pada tahun 1999 dengan tokoh pendirinya Billy Childish dan Charles Tompson yang tergabung dalam kelompok stuckist pertama dengan anggota 13 orang. Gerakan seni ini muncul sebagai reaksi dari dominasi wacana estetika dan pasar seni dari eksponen-eksponen Young British Artists (YBA). Dominasi mereka yang begitu besar di Inggris juga didukung oleh monopoli pasar oleh dealer seni Charles Saacthi, yang ditandai oleh tersingkirnya para seniman lain yang berada diluar form mereka.
Gerakan ini selain mempertentangkan persoalan dominasi YBA, monopoli Saacthi, juga menentang ideologi seni postmo dan conceptual art yang dianggap sudah terlalu establish di Inggris. Selain itu mereka juga menyoroti permainan-permainan kotor para kurator, serta skandal di Tate Britain. Aksi mereka banyak mandapat sorotan publik terutama ketika mereka membeberkan beberapa skandal yang terjadi di seni rupa kepada dewan kehormatan seni. Dan beberapa laporan ini membongkar kebusukan-kebusukan yang terjadi dalam institusi seni yang dilaporkan tersebut. Berita ini mendapatkan simpati publik sehingga para stuckist semakin diterima dimasyarakat.
Penamaan stuckism diambil begitu saja dari sebuah puisi Tracey Emin ketika mengomentari lukisan Billy Childish, pacarnya. Stuckism berasal dari kata “stuck” yang merupakan kata yang sering diulang oleh tracey emin dalam puisinya itu ” Your panting are stuck, …. Stuck! Stuck! Stuck!). Anggota yang bergabung dalam kelompok stuckisme ini disebut stuckist.

Untuk menandai keberadaannya, para stuckist ini membuatan manifesto-manifesto yang intinya berisikan sikap mereka terhadap seni postmo dan conceptual art serta ketidakpercayaan mereka terhadap para kritikus seni. Manifesto pertama mereka menentang sikap anti proses dari seni postmo, pemakaian artisan, dimana seniman tidak lagi terlibat secara fisik dalam pembuatan karya seni. Seorang seniman bagi mereka harus terlibat langsung dalam pembuatan karyanya. Mereka menyatakan bahwa “artist who don’t paint aren’t artists “, atau kurang lebih berarti, seniman tidak terlibat secara fisik dalam pembuatan karya seni bukanlah seniman. Pada manifesto kedua mereka menyatakan keinginan mereka untuk menggusur seni postmo dengan paham remodernisme sebagai periode pembaharuan nilai spiritual seni, sosial dan kebudayaan.





Peran Stuckists dalam seni kontemporer

Dalam bukunya, ” The stuckists : The First remodernist Art group” dinyatakan bahwa stuckists menerapkan prinsip modernisme, dan menggunakannya untuk berkesenian dengan mempertimbangkan nilai spiritual dan hubungannya dalam realitas sehari-hari. Semua anggota yang bergabung dalam stuckisme mempunyai komitmen secara alami dengan hal ini.

Pada prinsipnya, peran stuckists dalam seni kontemporer adalah usaha untuk menghidupkan kembali semangat itegritas personal sebagai dasar berkesenian. Menolak kompromi dengan trend dan pemakaian machiavellian middlemen (perantara/pialang) seni.

Stuckists menolak karya seni yang dihadirkan tanpa sebuah proses yang melibatkan seniman seperti halnya seni konseptual dan seni post modern. Stuckisme membawa sebuah nuansa baru dalam berkesenian untuk mengganti wacana seni konseptual dan seni postmodern yang dianggap telah mencapai titik mapan (establish). Pemikiran stuckists lebih banyak diikuti oleh seniman muda dan siswa seni, jauh berbeda dengan seni postmo yang bekerja pada wilayah seni yang ekslusif dan umumnya didominasi oleh seniman mapan. Hal ini merupakan sebuah tanda bahwa stuckisme dibuat untuk masa depan seni kontemporer.

Info terkait:
The Stuckists Punk Victorian
Vers. English Language
click here:


Si Kecil Tengil Beraksi



Aku hanyalah gambaran dari sebuah generasi baru yang mencoba untuk sedikit berontak atas ketidak adilan yang menimpa aku, yang hadir tidah diharapkan oleh kenyataan tapi ditakdirkan secara alami untuk membuat perubahan didunia yang aku anggap sebuah sandiwara saja.

Kamis, 05 Januari 2012

Curriculum Vitae

Curriculum Vitae

Name          : Sonny Hendrawan
Birth            : February 11, 1986
Born            : Bandung
Graduate     : S-1 Fine Art
University   : Institute of The Art Solo
Job              : Free Lancer Illustrator
Adress         : Sangihe KH. Wahid Hasyim No. 34 , Brebes, Indonesia.
Mobile        : 087734884787
Email          : general.nai@gmail.comsonny_fineart@yahoo.com
Web            : sonnyhendrawan.blogspot.comwarrawart.blogspot.com

Art Exhibition Activity:

A. Solo Exhibition

2012
·         Painting Art Exhibition “Character of the World” at Mojosongo Gallery, Solo, Indonesia.

B. Group Exhibition

2014
·         Visual Art Exhibition Garis Cakrawala Solo and Taring Orkid Penang “Soul of Solo”
      at Gallery Muzium Tuanku Fauziah, Penang, Malaysia.
·    International Exhibition of Illustration Competition Satire "Vino Divino in Cartons-Vino 
     EST! EST! EST! "In the Council Chamber of City Montefiascone, Italy.
·         Art Exhibition Biennale Manifesto#4 Keseharian at National Gallery Jakarta, Indonesia.
·         Visual Art Exhibition Garis Cakrawala Community “Pancaroba Pancaroba”
      at Cipta Gallery II, Jakarta, Indonesia.
·         Visual Art Exhibition “Golden Age” at Lokananta Art House, Solo, Indonesia.

2013
·         Wetpaste Art Project “Wall Face” at Kepatihan Art Space, Solo, Indonesia.
·         Visual Art Exhibition “ISI Dengan Rasa” at Kepatihan Art Space, Solo, Indonesia.
·         Vinyl Art Exhibition “Record Saturday” C2O Library, Surabaya, Indonesia
·         Drawing Exhibition “Sepanjang” at Balai Soedjatmoko, Solo, Indonesia.
·         Visual Art Exhibition “Making Horizon” at Balai Pemuda Surabaya, Indonesia.
·         Visual Art Exhibition “DECADE  Fine Art Academy Institut of The Art Solo” at
      Mojosongo Gallery, Solo, Indonesia.

2012
·         Visual Art Exhibition “Buffalo Gathering” at Unesa Gallery, Surabaya, Indonesia.
·         Visual Art Exhibition “The Pirates #1” at Institut of The Art Yogya Gallery, Indonesia.
·         Visual Art Exhibition “jakARTa” at Bentara Budaya Jakarta, Indonesia.
·         Painting Art Exhibition “Indie Hoi” at Biasa Gallery, Yogya, Indonesia.
·         Visual Art Exhibition Collaboration “2012” at Kepatihan Art Space, Solo, Indonesia.

2011
·         Visual Art Exhibition “Refresh” at Kepatihan Art Space, Solo, Indonesia.
·         Visual Art Exhibition “New or ?” at Budaya Art House, Solo, Indonesia.
·         Indonesia Art Festival VII at Budaya Art House, SoloIndonesia.
·         Visual Art Exhibition “Art For Public” at Mojosongo Gallery, Solo, Surakarta.

2010
·         Painting Art Exhibition “from - to” at Budaya Art House, Solo, Indonesia.
·         Visual Art Exhibition “ Tradittion in Global” at Mojosongo Gallery, Solo, Indonesia.
·         Visual Art Exhibition “Ethnic and Local Genius” at Mojosongo Gallery, Solo, Indonesia.
·         Comic Exhibition “Komisi #3 Triangel” at Lobby Big Theatre ISI Solo, Indonesia.
·         Visual Art Exhibition “Shocking Heat” at Balai Soedjatmoko, Solo, Indonesia.

2009
·         Drawing Exhibition “Herzt Subsonic Sonar Vol. #2” at Retro Semarang, Indonesia.
·         “ The Peace Arts 2009”Action Painting with Artist from English, Equador, USA, Japan, Spain at Prambanan Temple, Yogya, Indonesia.
·         Visual Art Exhibition “Citra Nusantara” at Mojosongo GallerySolo, Indonesia.
·         Indonesia Art Festival VI at Cipta Gallery III Jakarta, Indonesia.
·         Visual Art Exhibition “Versus” at Budaya Art House, Solo, Indonesia.
·         National Comic Festival VII at Budaya Art House, Solo, Indonesia.
2008
·         Visual Art Exhibition “Complication” at Budaya Art House, Solo, Indonesia.
·         Festival Art Academy of Fine Art at Budaya Art House, Jambi, Indonesia.
·         Visual Art Exhibition “Goro–Goro Art Project #1” at Budaya Art House, Solo, Indonesia.
·         Drawing Exhibition at Kepatihan Art Space, Solo, Indonesia.

2007
·         Painting Art Exhibition “The Sweet Escape” at Green House Solo, Indonesia.
·         Graffic Exhibition Two City Solo and Yogya at Budaya Art House Solo, Indonesia.
·         Visual Art Exhibition “Life Style” at Budaya Art House SoloIndonesia.
·         Visual Art Exhibition “Harmony” at Budaya Art House Rembang, Indonesia.
·         Visual Art Exhibition “ Spirit of Tradittion” di Balai Pemuda Surabaya, Indonesia.
·         Indonesia Art Festival V at Art Center Denpasar, Bali, Indonesia.

2006
·         Schet Exhibition “Schediosh Extempore” at Budaya Art House Solo, Indonesia.
·         Drawing Exhibition “Banyak Gores” at Budaya Art House Solo, Indonesia.


Other Art Activity :


·         Performance art “Garis Nyawa” at Budaya Art House Solo, Indonesia(2006)
·         Mural Competition at Central Park Goverment Batang, Indonesia. (2006)
·         Performance art “BANJIR” at Slamet Riyadi Street Solo, Indonesia.(2007)
·         Performance Art “Kisah Klasik” at Slamet Riyadi Street Solo, Indonesia.(2008)
·         Perfomance Art “Baur” at Kepatihan Art Space.(2008)
·         Performance Art collaboration with Bamboo Wukir “Orang Pinggir” at Slamet Riyadi
      Street Solo, Indonesia.(2009)
·         Action Painting with Mr. I Gusti Nengah Nurata at Sukuh Temple Solo, Indonesia.(2010)
·         Action Painting “Homage to Sadra” at at Budaya Art House Solo, Indonesia. (2011)
·         Performance Art Collaboration “Freeze” at Slamet Riyadi Street Solo, Indonesia. (2011)
·         Performance Art “Generasi Petelor” at Surabaya Indonesia. (2012)
·         Performance Art Ruang Emosi” at Kepatihan Art Space. (2012).
·         Action Painting collaboration with music folklore at Solo Indonesia. (2013)
·         Performance Art Wedangan#1 “ Dongkrak Lagi” at Kepatihan Art Space (2013).
·         Performance Art collaboration with Instalation Uret Pari Ono “Tanah, Sol Die Er de” at 
      Kepatihan art space (2013)



AWARD:

The Best Drawing  from Academy Fine Art Institute of The Art Solo.(2008)
The Best Competition Painting from Academy Fine Art Institute of The Art Solo (2009)
Number 4 Big Nomination National Painting Competition at Jambi (2009)
The Best Painting from Academy Fine Art Institute of The Art Solo. (2010).
The Best Mural Competition in Solo Expo (2013).